BAGI KAMU SEMUA YANG PENGIN MENGEMBANGKAN PRESTASI
BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI SMA NEGERI 1 KRADENAN.
SUDAH PASTI SEKOLAH BONAFIT DI GROBOGAN TIMUR
SOAL PRESTASI : GUDANG JUARA DAN ATLIT VOLI BAL, ATLETIK,BELADIRI VUTSAL
PRESTASI AKADEMIK DALAM LOMBA MAPEL DAN OSN
FASILITAS YANG PASTI JAUH MENINGGALKAN SEKOLAH SEKOLAH LAIN SEKELASNYA
1. LABORATORIUM KOMPUTER YANG FULL AC
2. HOTSPOT AREA SISWA BEBAS BERINTERNETAB GRATIS DI SEKOLAH
3. LAB FISIKA BIOLOGI DAN KIMIA
4. LAB BAHASA YANG SEJUK DENGAN GURU YANG PROFESONAL
5. RUANG KELAS YANG MEMADAI
6. GEDUNG OLAH RAGA ( GOR ) SATU-SATUNYA SMA GROBOGAN YANG PUNYA.
7. GURU-GURU MUDA YANG PROFESIONAL .
8. MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS ICT
9. TERLETAK DIOBYEK WISATA BLEDUG KUWU
INFO PENDAFTARAN:
PENDAFTARAN DIBUKA MULAITANGGAL 27 JUNI 2009
SYARAT : LULUS SMP/MTS
DIAMBIL DENGAN MENGGUNAKAN PERINGKAT DAFTAR NILAI UJIAN NASIONAL ( NEM )
BAGI YANG PUNYA PIAGAM KEJUARAAN ADA BONUS TERSENDIRI UNTUK MENAMBAH NILAI PERINGKAT.
INFO SELANJUTNYA IKUTI TERUS INFO TERBARU
Rabu, 17 Juni 2009
Kamis, 15 Januari 2009
UJIAN NASIONAL CONTOH KETIDAK ADILAN.
Dilaksanakannya Ujian Nasional yang akan dilakukan mulai bulan April 2009 merupakan bukti ketidak adilan dalam pendidikan Nasional apalagi jika kriteria kelulusannya di samakan ( SMA 5,5 ) al ini dapat dilihat dari beberapa aspek yang perlu dikaji ulang oleh Pemerintah.
1. Dilihat dari mutu pendidik. Mutu Pendidik di daerah perkotaan, pedesaan, jawa, dan di luar jawa yang sangat heterogen .Pendidik yang mempunyai latar belakang pendidikan yang sama akan memiliki percepatan yang berbeda baik dari strategi pengajaran teknik pengajaran dan bahkan penerimaan informasi yang mendukung dalam PBM. bukti nyata adanya sosialisasi, pelatihan dan yang lain sering dilaksanakan guru - guru yang bahkan di perkotaan dan SMA yang telah maju. sedang di luar sana belum tentu semuanya mengebyamnya sehingga informasi kurang dipahami,secara tidak langsung nutu pendidik yang berbeda proses pembelajaran berbeda dan hasil yang berbeda. jika diukur dengan tolok ukur sama lalu ?
2. Peserta didik yang beragam dengan latar belakang sosial ekonomi, dan budaya yang beragam pula sehingga menimbulkan perbedaan pula dalam cara menelaah maupun menerima proses pembelajaran yang dilakukan. Seorang anak di Jakarta dan anak di Jawa tengh yang di desa hidup dilingkungan petani kecil. Motifasi belajarnya dan kesempatan belajarnya sampai sumber bahan ajarnya akan berbeda . anak dikota tahu teknologi cari bahan ajar mudah sehingga kesemuanya ini mempengaruhi juga daya serap dalam proses Pembelajaran.dan masih banyak kajian lain dalam hal ini.
3. Sarana dan Prasarana sekolah yang beragam . Perlu diketahui pada sekolah yang telah maju , sering pemerintah jika akan mengubah kebijakan maupun kurikulum yang diperbarui hanya menilik dari sekolah maju sebagai sarana uji coba misalnya dengan adanya pemberlakuan SSN , SKM dan yang lain sekolah unggulan yang memeng baik digunakan uji coba dengan kucuran dana yang lebih besar sedangkan setelah dianggap relefan dan dapat digunakan sekolah yang lain diwajibkan untuk mengikutinya. lantas apa yang dia perbuat. jika kita mau instropeksi diadakannya pembelajaran berbasis ICT / Teknologi masih banyak sekolah pinggiran yang belum mempunyai sarana computer untuk latihan siswanya.lantas bagai mana yang terjadi pelajaran komputer , pelajaran IPA seperti pelajaran Sastra . Hanya mendengar dan tidak pernah praktek. lantas kondisi ini diukur kebersilanya dengan tolok ukur yang sama bagaimana asilnya ?
4. Dan masih bayak faktor lagi misalkan tradisi , Budaya,Ltak Geografis yang berbeda semua juga mempengarui proses beljar yang berbeda juga hasil yang tidak sama.
DARI URAIAN DIATAS LANTAS BAGAI MANA SEHARUSNYA
Ujian Nasional Pasti Tetap di jalankan Untuk mengetahui potensi dan kemajuan peserta didik diukur secara Nasional sehingga mengetahui sekolah mana yang telah maju maupun sekolah mana yang belum berkembang dilihat dari hasil ujiannya. sehingga Pemerintah dalam membuat kebijakan harus disesuaikan dengan peta lokasi yang membutuhkan dan jenis kebijakan yang lain supaya pendidikan maju secara Merata.
Tetapi tolok ukur kelulusan di masing masing sekolah dapat ditentukan sendiri oleh sekolah . dan pada akhirnya wajib belajar akan terpenui dan kelulusan akan terseleksi dengan sendirinya dan jangan kawatir bagi penerimaan sekolah pun dapat dilihat dari hasil ujiannya. walaupun ada siswa yang tidak dapat sekolah tetapi diapun bisa lulus. dan yang seperti ini dialah yang akan terjun di dunia kerja sesuai skillnya.
1. Dilihat dari mutu pendidik. Mutu Pendidik di daerah perkotaan, pedesaan, jawa, dan di luar jawa yang sangat heterogen .Pendidik yang mempunyai latar belakang pendidikan yang sama akan memiliki percepatan yang berbeda baik dari strategi pengajaran teknik pengajaran dan bahkan penerimaan informasi yang mendukung dalam PBM. bukti nyata adanya sosialisasi, pelatihan dan yang lain sering dilaksanakan guru - guru yang bahkan di perkotaan dan SMA yang telah maju. sedang di luar sana belum tentu semuanya mengebyamnya sehingga informasi kurang dipahami,secara tidak langsung nutu pendidik yang berbeda proses pembelajaran berbeda dan hasil yang berbeda. jika diukur dengan tolok ukur sama lalu ?
2. Peserta didik yang beragam dengan latar belakang sosial ekonomi, dan budaya yang beragam pula sehingga menimbulkan perbedaan pula dalam cara menelaah maupun menerima proses pembelajaran yang dilakukan. Seorang anak di Jakarta dan anak di Jawa tengh yang di desa hidup dilingkungan petani kecil. Motifasi belajarnya dan kesempatan belajarnya sampai sumber bahan ajarnya akan berbeda . anak dikota tahu teknologi cari bahan ajar mudah sehingga kesemuanya ini mempengaruhi juga daya serap dalam proses Pembelajaran.dan masih banyak kajian lain dalam hal ini.
3. Sarana dan Prasarana sekolah yang beragam . Perlu diketahui pada sekolah yang telah maju , sering pemerintah jika akan mengubah kebijakan maupun kurikulum yang diperbarui hanya menilik dari sekolah maju sebagai sarana uji coba misalnya dengan adanya pemberlakuan SSN , SKM dan yang lain sekolah unggulan yang memeng baik digunakan uji coba dengan kucuran dana yang lebih besar sedangkan setelah dianggap relefan dan dapat digunakan sekolah yang lain diwajibkan untuk mengikutinya. lantas apa yang dia perbuat. jika kita mau instropeksi diadakannya pembelajaran berbasis ICT / Teknologi masih banyak sekolah pinggiran yang belum mempunyai sarana computer untuk latihan siswanya.lantas bagai mana yang terjadi pelajaran komputer , pelajaran IPA seperti pelajaran Sastra . Hanya mendengar dan tidak pernah praktek. lantas kondisi ini diukur kebersilanya dengan tolok ukur yang sama bagaimana asilnya ?
4. Dan masih bayak faktor lagi misalkan tradisi , Budaya,Ltak Geografis yang berbeda semua juga mempengarui proses beljar yang berbeda juga hasil yang tidak sama.
DARI URAIAN DIATAS LANTAS BAGAI MANA SEHARUSNYA
Ujian Nasional Pasti Tetap di jalankan Untuk mengetahui potensi dan kemajuan peserta didik diukur secara Nasional sehingga mengetahui sekolah mana yang telah maju maupun sekolah mana yang belum berkembang dilihat dari hasil ujiannya. sehingga Pemerintah dalam membuat kebijakan harus disesuaikan dengan peta lokasi yang membutuhkan dan jenis kebijakan yang lain supaya pendidikan maju secara Merata.
Tetapi tolok ukur kelulusan di masing masing sekolah dapat ditentukan sendiri oleh sekolah . dan pada akhirnya wajib belajar akan terpenui dan kelulusan akan terseleksi dengan sendirinya dan jangan kawatir bagi penerimaan sekolah pun dapat dilihat dari hasil ujiannya. walaupun ada siswa yang tidak dapat sekolah tetapi diapun bisa lulus. dan yang seperti ini dialah yang akan terjun di dunia kerja sesuai skillnya.
Minggu, 25 November 2007
PEMBELAJARAN DIGITAL
kenapa Bingung menghadapi Ujian Nasional
Saat ini berame - rame antara Pro dan Kontra tentang pelaksanaan UN08 bahkan menimbulkan gejolak bagi para pelajar yang berdemonstrasi menentang di lakukan Ujian Nasional . Pertanda apakah ini ? mungkinkan generasi muda sekarang sudah ogah-ogahan mengembangkan dirinya ke lebih maju,malas, kurang percaya diri ? sehingga yang harus dilakukan dirasa memberatkan dan beban.Hal ini perlu pemikiran yang jernih jangan terpancing hal - hal yang ada.
ADA DUA PANDANGAN POSITIF DAN NEGATIF TENTANG HAL TERSEBUT.
1. Jika tidak diadakan Ujian Nasional maka tidak akan ada tolok ukur tentang kemajuan pendidikan . secara pribadi akan merugikan di kalangan klas ekonomi menengah kebawah maka untuk jenjang sekolah yang lebih tinggi atau melanjutkan kejenjang pekerjaan mereka akan kalah dengan mereka yang ekonomi menengah keatas yang menguasai hal ini.
2. Jika diadakan Ujian Nasional maka kita akan mendapatkan standart /ukuran kemajuan belajar hasil belajar secara nasional dan untuk jenjang pendidikan dan pekerjaan yang lebih tingi maka akan bersaing dengan ukuran nilai yang didapatkan.
BAGAI MANA SEHARUSNYA TENTANG UJIAN NASIONAL ?
Ujian Nasional tetap harus diadakan tetapi supaya tidak terjadi gejolak kriteria kelulusan diserahkan sepenuhnya oleh sekolah dari hasil UN dengan demikian akan muncul standart nilai kelulusan yang berbeda antara satu sekolah dengan sekolah yang lain. dengan demikian anak akan tersalur sesuai dengan minatnya yang hanya ingin lulus dan yang ingin lulus dengan prestasi maka dapat menentukan sekolah pilihannya. Berarti masyarakat sendiri yang menilai keberadaan sekolah bermutu atau pingin hanya lulus. Sudah banyak contohnya Lihat Perguruan tinggi yang reguler dan yang hanya kuliah sabtu,minggu ya sama - sama lulusnya masyarakat lah yang menilai.
ADA DUA PANDANGAN POSITIF DAN NEGATIF TENTANG HAL TERSEBUT.
1. Jika tidak diadakan Ujian Nasional maka tidak akan ada tolok ukur tentang kemajuan pendidikan . secara pribadi akan merugikan di kalangan klas ekonomi menengah kebawah maka untuk jenjang sekolah yang lebih tinggi atau melanjutkan kejenjang pekerjaan mereka akan kalah dengan mereka yang ekonomi menengah keatas yang menguasai hal ini.
2. Jika diadakan Ujian Nasional maka kita akan mendapatkan standart /ukuran kemajuan belajar hasil belajar secara nasional dan untuk jenjang pendidikan dan pekerjaan yang lebih tingi maka akan bersaing dengan ukuran nilai yang didapatkan.
BAGAI MANA SEHARUSNYA TENTANG UJIAN NASIONAL ?
Ujian Nasional tetap harus diadakan tetapi supaya tidak terjadi gejolak kriteria kelulusan diserahkan sepenuhnya oleh sekolah dari hasil UN dengan demikian akan muncul standart nilai kelulusan yang berbeda antara satu sekolah dengan sekolah yang lain. dengan demikian anak akan tersalur sesuai dengan minatnya yang hanya ingin lulus dan yang ingin lulus dengan prestasi maka dapat menentukan sekolah pilihannya. Berarti masyarakat sendiri yang menilai keberadaan sekolah bermutu atau pingin hanya lulus. Sudah banyak contohnya Lihat Perguruan tinggi yang reguler dan yang hanya kuliah sabtu,minggu ya sama - sama lulusnya masyarakat lah yang menilai.
Langganan:
Postingan (Atom)